Batang Tuaka,– Dalam upaya mencegah dan menanggulangi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kian mengintai di musim kemarau, Babinsa Koramil 12/Batang Sertu Fero A. Duha secara proaktif melaksanakan kegiatan sosialisasi serta patroli karhutla di wilayah binaannya. Kegiatan ini berlangsung pada Hari Selasa, 28 April 2026, tepatnya pukul 10.02 WIB, dengan fokus utama menjaga stabilitas keamanan lingkungan dari ancaman api liar di Desa Sungai Junjangan, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir.
Lokasi patroli dan sosialisasi ditentukan secara spesifik untuk memastikan cakupan pengawasan yang efektif terhadap area rawan. Titik koordinat kegiatan berada di 0°15'30,7363" Lintang Selatan dan 103°4'0,2007" Bujur Timur, sebuah area yang menjadi perhatian khusus karena potensi kerentanannya terhadap terbakarnya vegetasi kering. Penentuan titik ini menunjukkan ketelitian Babinsa dalam memetakan zona risiko tinggi sehingga pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum situasi berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
Kegiatan ini tidak dilakukan oleh Babinsa seorang diri, melainkan melibatkan elemen masyarakat setempat untuk menciptakan sinergi yang kuat. Personil gabungan yang dikerahkan terdiri dari satu anggota TNI, yaitu Sertu Fero A. Duha sendiri, dan tiga orang perwakilan masyarakat desa. Keterlibatan warga lokal ini merupakan strategi kunci dalam pendekatan keamanan teritorial, di mana partisipasi aktif masyarakat dianggap sebagai garis pertahanan pertama dalam mendeteksi dan mencegah terjadinya karhutla.
Selama pelaksanaan patroli, Sertu Fero A. Duha memberikan sosialisasi intensif kepada warga mengenai bahaya membakar lahan sembarangan. Ia menekankan bahwa tindakan pembakaran lahan, meskipun sering dianggap sebagai cara cepat dan murah untuk membuka lahan pertanian, memiliki dampak jangka panjang yang merusak ekosistem dan kesehatan masyarakat. Edukasi ini disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami agar pesan pencegahan dapat terserap dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat di Desa Sungai Junjangan.
Fokus utama dari kehadiran Babinsa di lapangan adalah menjaga agar tidak terjadi sebaran api atau titik panas baru di wilayah tersebut. Dengan melakukan patroli langsung ke titik-titik rawan, Babinsa dapat memantau kondisi kelembapan tanah dan vegetasi secara real-time. Kehadiran fisik aparat TNI di tengah-tengah masyarakat juga memberikan efek psikologis berupa rasa aman sekaligus peringatan bagi siapa saja yang berniat melakukan pembakaran lahan secara ilegal atau tanpa izin.
Kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam patroli ini membuktikan bahwa penanganan Karhutla memerlukan pendekatan gotong royong. Ketiga warga yang bergabung dalam patroli bertindak sebagai mata dan telinga tambahan bagi Babinsa, membantu mengidentifikasi tanda-tanda awal kebakaran seperti asap tipis atau bau hangus. Model patroli gabungan ini dinilai lebih efektif dibandingkan patroli tunggal karena mencakup area yang lebih luas dengan pemahaman lokal yang lebih mendalam dari para warga.
Sertu Fero A. Duha juga mengajak masyarakat untuk selalu waspada dan melaporkan segera jika menemukan indikasi kebakaran, sekecil apapun itu. Ia mengingatkan bahwa pencegahan jauh lebih baik daripada pemadaman, mengingat sulitnya mengakses lokasi-lokasi terpencil di Kabupaten Indragiri Hilir saat kebakaran sudah meluas. Melalui sosialisasi ini, diharapkan kesadaran kolektif warga Desa Sungai Junjangan akan pentingnya menjaga lingkungan tetap bebas dari asap dan api dapat terus meningkat.
Kegiatan patroli dan sosialisasi yang dilaksanakan pada pagi hari tersebut berjalan dengan lancar dan kondusif. Komitmen Babinsa Koramil 12/Batang dalam menjaga wilayahnya dari ancaman Karhutla menunjukkan dedikasi tinggi terhadap keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Dengan terus menggandeng peran serta masyarakat, diharapkan Desa Sungai Junjangan dapat tetap terjaga dari bencana kabut asap dan kebakaran lahan sepanjang tahun 2026 ini.