PEKANBARU - Konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Pekanbaru mencapai 117,4 µg/m³ atau mikrogram per meter kubik pada Jumat (9/10/2026) pukul 06.00 WIB. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat, sehingga masyarakat diimbau mengurangi paparan asap saat beraktivitas di luar ruangan.
Di tengah kondisi kualitas udara tersebut, jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau tercatat turun menjadi delapan titik berdasarkan pembaruan data pukul 23.00 WIB. Namun, penurunan hotspot belum menghilangkan potensi kekaburan udara akibat asap yang diprakirakan masih terjadi sepanjang Jumat hingga dini hari.
Forecaster On Duty BMKG, Indah DN, mengimbau masyarakat menggunakan masker saat berada di luar ruangan.
"Warga juga disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat, terutama untuk mengurangi risiko gangguan pada sistem pernapasan," imbau Indah DN.
Delapan titik panas di Riau tersebar di lima kabupaten, yakni Kampar satu titik, Kuantan Singingi dua titik, Pelalawan dua titik, Indragiri Hulu dua titik, dan Indragiri Hilir satu titik.
Sementara itu, jumlah hotspot di Sumatera mencapai 4.127 titik. Sebagian besar terpantau di Sumatera Selatan sebanyak 3.328 titik, Lampung 330 titik, Bangka Belitung 225 titik, dan Jambi 224 titik.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Riau pada pagi hari. Pada siang hari, hujan ringan diperkirakan turun di sebagian wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai.
Peluang hujan meluas pada sore hingga malam hari, dengan intensitas ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah Riau. Hujan dengan intensitas serupa juga berpotensi berlanjut di sejumlah daerah, termasuk Kota Pekanbaru, pada dini hari.
BMKG turut mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Siak, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir pada sore atau malam hingga dini hari.
Suhu udara di Riau diprakirakan berkisar 23–34 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 45–98 persen. Angin bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.
Adapun tinggi gelombang laut di perairan Riau diprakirakan berkisar 0,5–1,25 meter atau kategori rendah.
"Masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker dan pembatasan kegiatan ketika asap semakin pekat menjadi langkah yang disarankan untuk mengurangi paparan partikulat halus," imbau BMKG.