Indragiri Hilir – Kebakaran besar akibat kebocoran pipa gas milik PT Transgasindo (PT TGI) terjadi di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat sore, 2 Januari 2026. Peristiwa ini menyebabkan api berkobar hebat dan berdampak luas terhadap permukiman warga serta jalur lalu lintas lintas timur Sumatra.
Kapolda Riau yang diwakili Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Riau, Kombes Pol Ino Harianto, S.I.K., M.M., turun langsung meninjau lokasi kejadian, Sabtu (3/12/2025). Dalam kunjungan tersebut, Karo Ops didampingi Kapolres Indragiri Hilir, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil, Camat Kemuning, Kepala Desa Batu Ampar, serta unsur terkait lainnya.
Selain melakukan peninjauan, Karo Ops Polda Riau juga menyerahkan bantuan kepada warga terdampak di posko pengungsian yang telah didirikan di sekitar lokasi kebakaran.
Dalam wawancara, Kombes Pol Ino Harianto menjelaskan bahwa ledakan pipa gas PT TGI tersebut hulunya berada di wilayah Sumatra Selatan. Ledakan memicu kebakaran besar dengan radius panas mencapai hampir 300 meter dari titik ledakan.
“Begitu mendapatkan informasi, kami langsung melakukan langkah-langkah kepolisian. Pertama mengevakuasi masyarakat dan memberikan imbauan kepada warga di sekitar lokasi ledakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian juga menutup sementara jalur lintas timur yang menghubungkan Provinsi Jambi dan Riau guna mengantisipasi jatuhnya korban jiwa.
“Karena ini jalur utama, kami tutup sementara sampai api benar-benar terkendali. Ini demi keselamatan masyarakat,” jelasnya.
Karo Ops menyebutkan, pihaknya juga segera berkoordinasi dengan perusahaan untuk melakukan langkah teknis pemutusan aliran gas agar api dapat dipadamkan secepat mungkin.
“Alhamdulillah, sekitar pukul 19.30 WIB api sudah mulai mengecil dan arus lalu lintas berangsur pulih. Kami mohon maaf kepada masyarakat pengguna jalan atas ketidaknyamanan ini. Selanjutnya pada pukul 05.41 WIB, api dinyatakan padam total,” ungkapnya.
Pasca kejadian, Polda Riau bersama Polres Inhil langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab ledakan pipa gas tersebut.
“Kami sudah melakukan police line, olah tempat kejadian perkara, serta menurunkan tim Laboratorium Forensik Polda Riau untuk bersama tim teknis lapangan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” tegasnya.
Sementara itu, Polres Indragiri Hilir telah melakukan pemeriksaan awal terhadap para saksi dan korban. Berdasarkan data sementara, terdapat dua orang warga yang mengalami luka bakar ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
Sebagai bentuk kepedulian pasca bencana, pihak kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir membuka posko bantuan terpadu di lokasi kejadian.
“Posko ini bertujuan untuk membantu dan meringankan beban masyarakat terdampak, baik yang rumahnya terbakar, tempat usahanya terdampak, maupun kendaraan yang rusak,” kata Kombes Pol Ino Harianto.
Posko tersebut melibatkan unsur puskesmas, BPBD, dan Dinas Pemadam Kebakaran yang bahu-membahu memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami concern terhadap bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun nonalam. Peristiwa ini merupakan bencana nonalam, dan kami berempati. Insyaallah, Polri akan selalu hadir di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Berdasarkan pendataan sementara di lapangan, kebakaran tersebut mengakibatkan empat unit rumah terbakar habis, dua rumah mengalami rusak ringan, delapan unit sepeda motor terdampak, satu unit mobil truk rusak berat, tiga unit kendaraan lainnya rusak ringan, serta lahan perkebunan sawit seluas kurang lebih empat hektare ikut terbakar. Pendataan kerugian fisik dan material masih terus dilakukan oleh pihak terkait.