Batang Tuaka – Dalam rangka menjaga keutuhan wilayah dan mencegah potensi sengketa lahan di tingkat desa, Babinsa Koramil 12/Batang Tuaka, Praka Chairul Saleh, melaksanakan kegiatan patroli mobile sekaligus sosialisasi terkait tapal batas di Desa Sungai Rawa, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, 1 Mei 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB, sebagai wujud nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat untuk memastikan ketertiban administrasi kewilayahan.
Kegiatan patroli ini difokuskan pada peninjauan langsung terhadap titik-titik rawan sengketa batas desa serta memberikan pemahaman kepada warga mengenai pentingnya menghormati garis batas yang telah ditetapkan. Praka Chairul Saleh menekankan bahwa kejelasan tapal batas bukan hanya sekadar urusan administratif, tetapi juga merupakan bagian integral dari upaya menjaga kerukunan antarwarga dan stabilitas keamanan di wilayah binaannya. Dengan adanya patroli rutin, diharapkan dapat meminimalisir klaim sepihak yang sering menjadi pemicu konflik horizontal di masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Babinsa tidak bekerja sendiri melainkan berkolaborasi dengan elemen sipil untuk menciptakan sinergitas yang kuat. Tim gabungan yang dikerahkan terdiri dari satu personel TNI dan tiga orang perwakilan sipil, yang meliputi perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Keterlibatan pihak sipil dalam kegiatan ini sangat strategis karena mereka memahami kondisi historis dan sosial tanah di wilayah tersebut, sehingga proses identifikasi batas dapat dilakukan secara lebih akurat dan diterima oleh semua pihak.
Titik koordinat yang menjadi fokus utama dalam patroli kali ini berada di area 0°10'32" Lintang Utara dan 103°29'15" Bujur Timur. Lokasi ini diperiksa secara teliti untuk memastikan bahwa patok atau tanda batas alam maupun buatan masih dalam kondisi baik dan sesuai dengan peta rencana tata ruang wilayah. Praka Chairul Saleh bersama tim melakukan verifikasi fisik di lapangan untuk mencocokkan kondisi aktual dengan data administrasi yang ada, guna menghindari adanya pergeseran atau penghilangan tanda batas yang disengaja maupun tidak disengaja.
Selain melakukan inspeksi fisik terhadap tapal batas, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi edukatif kepada warga yang ditemui di sekitar lokasi patroli. Babinsa menyampaikan penjelasan mengenai dasar hukum dan regulasi pemerintah terkait pengelolaan batas desa. Pendekatan persuasif digunakan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga batas wilayah adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparat pemerintah. Warga diajak untuk proaktif melaporkan jika menemukan kejanggalan atau kerusakan pada tanda batas wilayah.
Kecamatan Batang Tuaka, khususnya Desa Sungai Rawa, memiliki karakteristik wilayah yang dinamis dengan aktivitas pertanian dan perkebunan yang cukup tinggi. Kondisi ini seringkali membuat batas-batas lahan menjadi rentan terhadap perubahan akibat faktor alam atau aktivitas manusia. Oleh karena itu, metode patroli mobile yang diterapkan oleh Koramil 12/Batang Tuaka dinilai sangat efektif karena memungkinkan jangkauan pengawasan yang lebih luas dan responsif terhadap perubahan kondisi lapangan secara real-time.
Kepedulian Dandim 0314/Inhil terhadap setiap laporan situasi di wilayah bawahan menunjukkan komitmen komando atas dalam mendukung tugas-tugas teritorial. Laporan situasi yang disampaikan pada pagi hari ini menjadi bahan evaluasi penting bagi jajaran Kodim untuk terus meningkatkan intensitas pengawasan di titik-titik kritis. Sinergi antara Komandan Rayon Militer, Babinsa, dan masyarakat sipil menjadi kunci keberhasilan dalam memelihara kedaulatan negara hingga ke unit terkecil yaitu desa.
kegiatan patroli dan sosialisasi tapal batas di Desa Sungai Rawa ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi desa-desa lain di wilayah Kecamatan Batang Tuaka. Dengan terjaganya kejelasan batas wilayah, potensi konflik dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga masyarakat dapat lebih fokus pada pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Koramil 12/Batang Tuaka berkomitmen untuk terus melanjutkan kegiatan serupa secara berkala guna mempertahankan kondusivitas wilayah Indragiri Hilir.