SELATPANJANG — Ratusan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai wilayah mengikuti ajang Semarak Bulan Bahasa di Afifa Sport Center, Selatpanjang, pada Sabtu (31/10/2026). Perhelatan budaya ini digelar untuk melestarikan sastra daerah dan menguji kecakapan generasi muda di tengah arus digitalisasi.
Mewakili Bupati Kepulauan Meranti, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah, S.H., membuka kegiatan tersebut secara resmi. Ia menekankan pentingnya keseimbangan penguasaan bahasa nasional serta upaya pelestarian bahasa daerah di kalangan pelajar.
"Generasi muda harus mampu menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan menguasai bahasa asing. Namun yang tidak kalah penting, mereka harus tetap bangga menggunakan serta melestarikan Bahasa Melayu sebagai kekayaan identitas kita," tegas Sudandri, Sabtu (31/10/2026).
Sudandri mendorong pihak sekolah agar menciptakan lingkungan yang mendukung keberanian siswa dalam menyampaikan gagasan melalui karya sastra. Kemahiran berbahasa dinilai berbanding lurus dengan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi efektif bagi peserta didik.
Dukungan terhadap penguatan literasi daerah turut disampaikan oleh Penyuluh Bahasa Balai Bahasa Provinsi Riau, Khairul Azmi. Ia membawa kabar gembira mengenai alokasi hibah 200 eksemplar buku bacaan dari pusat untuk 40 sekolah di wilayah kepulauan ini.
Khairul juga memberikan motivasi kepada para tenaga pendidik agar tetap berdedikasi tinggi meskipun dihadapkan pada keterbatasan fasilitas dan anggaran daerah.
"Anggaran boleh terbatas, tetapi gagasan kita tidak boleh terhenti. Fasilitas boleh sederhana, namun pembelajaran harus tetap bermakna dan komitmen kita untuk mendidik anak-anak tidak boleh berkurang sedikit pun," pesannya.
Rangkaian kegiatan kebahasaan ini merupakan wujud nyata manifestasi semangat Sumpah Pemuda yang digagas oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP. Wakil Ketua MKKS SMP Kabupaten Kepulauan Meranti, Syafi'i, menjelaskan bahwa penjurian awal dilakukan secara hibrida untuk menjangkau peserta dari berbagai pulau terluar.
Ketua Panitia Pelaksana, Rudi Hartono, merinci bahwa kompetisi tingkat kabupaten tersebut diikuti oleh 51 SMP se-Kepulauan Meranti. Proses seleksi daring sebelumnya telah menyaring sebanyak 108 peserta berbakat untuk maju ke babak puncak di Selatpanjang.
Para peserta bersaing ketat dalam empat kategori lomba, yakni mendongeng berbahasa Melayu, melantunkan syair, berpidato, serta menulis aksara Melayu. Penyelenggaraan kompetisi ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit unggul yang cinta terhadap warisan budaya lokal.