Tembilahan – Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan secara resmi melaksanakan kegiatan Pertemuan Pembukaan Pengawasan dan Asesmen Akuntabilitas Kinerja dan Perilaku Hakim (AMPUH) serta evaluasi Zona Integritas pada hari Senin, 27 April 2026. Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh tim dari Pengadilan Tinggi Riau sebagai bentuk pengawasan eksternal dan internal untuk memastikan kinerja peradilan tetap berada pada koridor profesionalisme dan integritas tinggi. Acara ini menjadi momen penting bagi PN Tembilahan untuk mengevaluasi capaian kinerja sekaligus mempersiapkan diri menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Pengadilan Negeri Tembilahan, Bapak Feri Anda, S.H., M.H. Dalam sambutannya, Ketua PN Tembilahan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kehadiran tim asesor dari Pengadilan Tinggi Riau. Beliau menegaskan komitmen penuh seluruh jajaran PN Tembilahan untuk bersikap transparan, kooperatif, dan terbuka selama proses asesmen berlangsung. Bapak Feri Anda juga menekankan bahwa pengawasan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sarana refleksi diri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan hukum bagi masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir.
Selanjutnya, sambutan dilanjutkan oleh Hakim Tinggi Asesor dari Pengadilan Tinggi Riau, Ibu Murni Rozalinda, S.H., M.H. Dalam arahannya, Ibu Murni menjelaskan tujuan utama dari pelaksanaan Asesmen AMPUH dan monitoring Zona Integritas. Beliau menggarisbawahi pentingnya akuntabilitas kinerja hakim dan perilaku aparatur pengadilan dalam menegakkan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan. Asesmen ini dirancang untuk mengukur sejauh mana prinsip-prinsip good governance telah diterapkan dalam setiap aspek pengelolaan perkara dan administrasi pengadilan.
Acara kemudian diteruskan dengan sambutan dari Hatiwasda (Hakim Tinggi Wasda) Bapak Saiman, S.H., M.H. Beliau memberikan penekanan khusus mengenai urgensi menjaga integritas di lingkungan pengadilan. Bapak Saiman mengingatkan bahwa zona integritas bukan hanya tentang bebas dari korupsi, tetapi juga tentang konsistensi dalam memberikan pelayanan prima tanpa pandang bulu. Beliau berharap agar seluruh pegawai dan hakim di PN Tembilahan dapat menjadikan momen ini sebagai peluang untuk memperkuat budaya kerja yang bersih, disiplin, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat pencari keadilan.
Puncak dari sesi pembukaan ditandai dengan penyerahan nota kesepahaman atau dokumen kelengkapan awal dari Tim Asesmen kepada Ketua Pengadilan Negeri Tembilahan. Penyerahan dokumen ini menjadi simbolisasi dimulainya proses verifikasi dan validasi data secara mendalam. Tim asesor akan melakukan pemeriksaan terhadap berbagai indikator kinerja utama, manajemen kasus, serta tata kelola sumber daya manusia dan keuangan di PN Tembilahan selama periode penilaian tertentu.
Menanggapi kegiatan tersebut, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Tembilahan, Candra Ramadani, S.H., M.H., memberikan penjelasan tambahan mengenai kesiapan institusi. Menurut beliau, persiapan menuju asesmen ini telah dilakukan secara matang melalui koordinasi lintas seksi. "Kami telah membentuk tim kerja khusus yang bertugas mengumpulkan dan memverifikasi bukti dukung untuk setiap indikator AMPUH dan Zona Integritas. Kami yakin bahwa upaya kolektif ini akan mencerminkan dedikasi kami dalam reformasi birokrasi," ujar Candra Ramadani. Ia menambahkan bahwa transparansi adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan publik.
Candra Ramadani juga menyoroti bahwa asesmen ini merupakan bagian integral dari roadmap reformasi birokrasi di lingkungan Mahkamah Agung. Dengan adanya pengawasan rutin dari Pengadilan Tinggi Riau, PN Tembilahan dapat mengidentifikasi area-area yang masih perlu perbaikan secara lebih objektif. "Masukan dari para asesor sangat berharga bagi kami untuk melakukan pembenahan sistemik. Kami tidak hanya mengejar predikat, tetapi yang lebih penting adalah substansi pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tambahnya. Hal ini sejalan dengan visi PN Tembilahan untuk menjadi pengadilan modern yang terpercaya.
Kegiatan Pertemuan Pembukaan ini ditutup dengan harapan besar dari kedua belah pihak agar proses asesmen dapat berjalan lancar, obyektif, dan konstruktif. Hasil dari pengawasan dan asesmen ini nantinya akan menjadi landasan bagi PN Tembilahan untuk merumuskan langkah-langkah strategis peningkatan kinerja di masa depan. Dengan semangat kolaborasi antara Pengadilan Tinggi Riau dan Pengadilan Negeri Tembilahan, diharapkan standar peradilan di wilayah tersebut dapat terus meningkat, sehingga keadilan dapat diakses dan dirasakan secara optimal oleh seluruh lapisan masyarakat.