Tembilahan Hulu – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Pondok Pesantren Albaqiyatul Ihsaniah yang berlokasi di Parit 24, Desa Sungai Intan, Kecamatan Tembilahan Hulu. Pada Kamis (21/05/2026), pondok pesantren tersebut menggelar acara Pelepasan dan Perpisahan bagi Santriwan dan Santriwati Kelas IX Wustha serta Kelas XII Ulya.
Kegiatan tahunan ini berlangsung dengan sangat meriah dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat. Tampak hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Sungai Intan, Ahmad Ependi, S.Pd.I., NLP., S.A.P., bersama jajaran ustadz dan ustadzah, para wali santri, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya yang ikut menyaksikan momen bersejarah bagi para santri.
Untuk mengawali prosesi acara dengan berkah, panitia membuka kegiatan dengan pembacaan Maulid Habsyi bersama-sama. Gema salawat yang dilantunkan dengan khusyuk oleh seluruh hadirin berhasil menciptakan atmosfer yang sangat religius dan menyentuh hati sebelum memasuki rangkaian acara inti.
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Albaqiyatul Ihsaniah, Al Ustadz Ruslan Khotim, menyampaikan sambutannya di hadapan para hadirin. Beliau mengungkapkan rasa syukur yang mendalam serta apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak, terutama para pengajar dan wali santri, yang telah bersinergi mendukung proses pendidikan hingga para santri berhasil lulus di tingkat Wustha dan Ulya.
Kepala Desa Sungai Intan, Ahmad Ependi, juga turut memberikan sambutan hangat dalam acara pelepasan ini. Dalam arahannya, beliau memberikan motivasi besar kepada para santriwan dan santriwati agar tidak cepat berpuas diri, melainkan harus terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi demi masa depan yang cerah.
Selain mendorong semangat belajar, Ahmad Ependi juga berpesan agar para lulusan selalu menjaga akhlak mulia dan mengamalkan ilmu agama yang telah diperoleh selama menetap di pondok. Menurutnya, integritas moral dan ilmu yang bermanfaat adalah modal utama untuk menjaga nama baik almamater di tengah masyarakat luas.
Keseruan acara semakin memuncak saat para santri unjuk gigi menampilkan berbagai bakat mereka di atas panggung. Para tamu undangan disuguhi berbagai pertunjukan yang kreatif dan memukau, mulai dari pembacaan Asmaul Husna, tarian daerah, paduan suara, hingga pementasan teater yang mendapat tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.
Menjelang akhir acara, suasana berubah menjadi penuh haru saat perwakilan santri menyampaikan pesan dan kesan selama menuntut ilmu. Agenda kemudian dilanjutkan secara sakral dengan pengalungan tanda kelulusan dan penyerahan sertifikat, lalu ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol harapan agar para lulusan menjadi generasi berilmu dan berakhlakul karimah yang bermanfaat bagi agama dan bangsa.